Viral Syarat TOEFL 800 Untuk LPDP, Benarkah? Ini Faktanya!

Share:
Viral Syarat TOEFL 800 Untuk LPDP, Benarkah? Ini Faktanya!

Jakarta, 3 April 2026 — Sedang ramai diperbincangkan di media sosial dan grup persiapan beasiswa! Ketua Umum Partai Golkar merangkap Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, baru-baru ini melontarkan kritik pedas terhadap syarat TOEFL yang ia nilai terlalu tinggi. Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Azzainiyyah di Sukabumi pada 8 Maret 2026 lalu, Bahlil menyebut bahwa syarat TOEFL 700 hingga 800 hanya bisa dijangkau oleh orang kaya.

Pernyataan Bahlil ini sontak menjadi viral dan memicu perdebatan sengit di kalangan calon pendaftar beasiswa LPDP. Namun, benarkah persyaratan tersebut benar adanya? Atau hanya kesalahpahaman publik yang perlu diluruskan?

Artikel ini akan mengupas tuntas kontroversi syarat TOEFL 800 untuk LPDP. Dengan merujuk pada tanggapan resmi LPDP, fakta teknis tentang skor TOEFL, serta standar persyaratan beasiswa yang sebenarnya, kita akan menguak mana fakta dan mana mitos di balik isu yang meresahkan ini.


Bahlil Lahadalia: Kritik di Ponpes yang Viral

Pernyataan kontroversial ini disampaikan Bahlil saat melakukan safari Ramadhan Partai Golkar di Ponpes Azzainiyyah, Sukabumi, Jawa Barat. Di hadapan para santri, ia mendorong agar akses beasiswa LPDP juga menjangkau lulusan pesantren secara lebih adil.

“Jangan disuruh syaratnya itu harus bahasa Inggris TOEFL 700, 800. Ya itu mah orang-orang kaya saja,”

Begitu kira-kira potongan pernyataan Bahlil yang viral dan menjadi polemik[reference:0][reference:1]. Ia menilai bahwa persyaratan kemampuan bahasa Inggris yang terlampau tinggi justru menciptakan ketimpangan, di mana hanya mereka yang memiliki akses terhadap kursus mahal dan persiapan intensif yang bisa bersaing.

Kritik Bahlil ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Anggota DPD RI, Lia Istifhama, misalnya, turut menyuarakan keprihatinan yang sama. Ia menilai persyaratan nilai TOEFL yang terlalu tinggi berpotensi menciptakan kesenjangan kesempatan bagi calon penerima beasiswa, terutama bagi mahasiswa yang berasal dari latar belakang ekonomi menengah ke bawah[reference:2].


LPDP Buka Suara: Kami Tak Pernah Tetapkan Syarat TOEFL 700-800!

Menanggapi polemik yang viral ini, LPDP angkat bicara. Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, M. Lukmanul Hakim, memberikan klarifikasi tegas: LPDP tidak pernah menetapkan persyaratan TOEFL pada kisaran 700-800!

Dalam pernyataannya, Lukmanul menegaskan bahwa rentang skor tersebut tidak sesuai dengan standar tes resmi, mengingat skor maksimum TOEFL ITP adalah 677. Angka 800 secara teknis tidak mungkin dijadikan acuan persyaratan[reference:3].

"LPDP tidak pernah menetapkan persyaratan TOEFL pada kisaran 700-800. Rentang tersebut tidak sesuai dengan standar tes resmi, mengingat skor maksimum TOEFL ITP adalah 677 sehingga secara teknis tidak dapat dijadikan acuan persyaratan," tegas Lukmanul[reference:4].

Lukmanul juga menjelaskan bahwa persyaratan kemampuan bahasa Inggris yang berlaku saat ini disusun berdasarkan kebutuhan akademik dari perguruan tinggi tujuan, bukan untuk membatasi akses pendaftar. Bahkan, LPDP memberikan pengecualian persyaratan bahasa Inggris untuk peserta jalur afirmasi yang mendaftar pada universitas dalam negeri[reference:5].


Skor Maksimal TOEFL ITP Adalah 677, Bukan 800!

Salah satu faktor yang membuat pernyataan Bahlil menjadi bahan perdebatan adalah karena secara teknis, skor 800 dalam tes TOEFL ITP tidak mungkin dicapai. Mengapa demikian?

TOEFL ITP (Institutional Testing Program) memiliki rentang skor total antara 310 hingga 677. Skor tertinggi yang bisa diraih oleh seorang peserta tes adalah 677, bukan 800, apalagi 900[reference:6][reference:7].

Untuk lebih jelasnya, berikut tabel skor TOEFL ITP berdasarkan level kemampuannya:

Skor TOEFL ITPLevel Kemampuan (CEFR)
310 – 420Elementary (Pemula)
420 – 480Low Intermediate (Menengah ke bawah)
480 – 520High Intermediate (Menengah ke atas)
525 – 677Advanced (Mahir)

Sumber: TITC Indonesia[reference:8]

Jadi, pernyataan Bahlil yang menyebut skor 700 hingga 800 memang tidak sesuai dengan fakta teknis tes TOEFL ITP. Skor setinggi itu tidak akan pernah tercantum dalam persyaratan resmi karena memang tidak ada dalam sistem penilaian.

Namun, terlepas dari kesalahan teknis tersebut, esensi kritik Bahlil tentang aksesibilitas beasiswa bagi kalangan kurang mampu tetap menjadi isu penting yang perlu diperhatikan.


Lalu, Berapa Syarat Skor TOEFL untuk Beasiswa LPDP yang Sebenarnya?

Setelah mengetahui bahwa syarat TOEFL 800 hanyalah mitos, kini saatnya kita melihat fakta sebenarnya. Berapa skor minimal TOEFL yang ditetapkan LPDP untuk para pendaftar?

Berdasarkan buku panduan pendaftaran di laman resmi LPDP, skor kemampuan bahasa Inggris berbeda-beda tergantung jenis program dan tujuan studi, baik dalam negeri maupun luar negeri[reference:9].

Berikut tabel lengkap syarat skor minimal TOEFL untuk Beasiswa LPDP 2026:

Program StudiTujuanTOEFL ITPTOEFL iBT
Magister (S2)Dalam Negeri50061
Magister (S2)Luar Negeri-80
Doktoral (S3)Dalam Negeri53070
Doktoral (S3)Luar Negeri-94

Sumber: TITC Indonesia & Sindonews[reference:10][reference:11]

Kesimpulan: Standar skor TOEFL yang diminta LPDP masih dalam batas wajar dan dapat dicapai dengan persiapan yang matang. Tidak ada syarat TOEFL 800 seperti yang dikhawatirkan Bahlil!


Reaksi Beragam: Ada yang Pro dan Kontra

Pernyataan Bahlil dan klarifikasi LPDP ini pun memicu beragam reaksi dari publik dan para pengamat pendidikan.

Pihak yang Mendukung Kritik Bahlil

Banyak pihak yang setuju dengan esensi kritik Bahlil, yaitu bahwa persyaratan TOEFL yang tinggi bisa menjadi penghalang bagi calon penerima beasiswa dari kalangan tidak mampu. Mereka berpendapat bahwa:

  1. Kursus persiapan TOEFL itu mahal – Tidak semua orang bisa mengakses bimbingan belajar atau les privat untuk meningkatkan skor TOEFL mereka.
  2. Tes TOEFL resmi juga mahal – Biaya tes TOEFL iBT yang mencapai 2-3 jutaan menjadi beban finansial tersendiri.
  3. Akses terhadap sumber belajar terbatas – Tidak semua daerah memiliki fasilitas atau sumber daya yang memadai untuk persiapan TOEFL.

Pihak yang Menilai Bahlil Kurang Tepat

Di sisi lain, ada pula yang mengkritik bahwa Bahlil seharusnya lebih teliti sebelum melontarkan pernyataan di depan publik. Poin-poin kritiknya antara lain:

  1. Skor 800 secara teknis tidak mungkin – Hal ini menunjukkan kurangnya pemahaman tentang sistem penilaian TOEFL.
  2. Pernyataan yang tidak akurat berpotensi menyesatkan publik – Banyak calon pendaftar beasiswa yang menjadi panik dan bingung.
  3. Alih-alih mengkritik syarat, lebih baik fokus pada solusi – Misalnya mengusulkan program beasiswa persiapan TOEFL gratis bagi calon pendaftar.

Yang Harus Kamu Lakukan Sebagai Calon Pendaftar Beasiswa LPDP

Terlepas dari polemik yang terjadi, satu hal yang pasti: persiapan yang matang adalah kunci utama meraih beasiswa LPDP. Jangan biarkan isu-isu yang simpang siur mengalihkan fokusmu.

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan diri:

1. Cek Persyaratan Resmi di Sumber Terpercaya

Selalu cek informasi terbaru tentang persyaratan beasiswa LPDP melalui sumber resmi, yaitu laman LPDP atau kanal komunikasi resmi lainnya. Jangan mudah terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.

2. Ketahui Target Skor yang Dibutuhkan

Tentukan target skormu berdasarkan program studi dan tujuan studi yang kamu incar. Apakah kamu akan mendaftar untuk S2 atau S3? Apakah tujuannya dalam negeri atau luar negeri? Sesuaikan target skormu dengan tabel di atas.

3. Mulai Persiapan dari Sekarang

Jangan menunggu hingga pendaftaran dibuka untuk mulai belajar. Persiapan TOEFL atau IELTS membutuhkan waktu, terutama jika kemampuan bahasa Inggrismu masih perlu ditingkatkan.

4. Lakukan Simulasi Tes Secara Rutin

Simulasi tes membantu kamu mengenali format soal, mengukur kemampuan awal, dan melacak perkembangan skor dari waktu ke waktu. Semakin sering kamu berlatih, semakin siap kamu menghadapi tes sesungguhnya.


Mulai Persiapan TOEFL-mu dengan Fluna.id

Fluna.id hadir untuk membantumu mempersiapkan diri meraih skor TOEFL impian, tanpa perlu khawatir dengan biaya kursus yang mahal.

Fluna.id adalah platform simulasi tes berbasis AI yang menyediakan latihan soal TOEFL ITP dan TOEFL iBT secara gratis. Dengan fitur-fitur unggulan:

Simulasi TOEFL ITP dan iBT – Lengkap dengan soal-soal yang menyerupai tes resmi
Timer Otomatis – Membiasakanmu dengan tekanan waktu seperti tes sungguhan
Skor Instan & Analisis Detail – Langsung tahu hasil dan area mana yang perlu ditingkatkan
Gratis Tanpa Batas – Tidak ada biaya tersembunyi, latihan bisa dilakukan kapan saja

Dengan Fluna.id, persiapan TOEFL tidak lagi menjadi beban finansial. Kamu bisa berlatih secara mandiri, memantau progres, dan mencapai skor yang dibutuhkan untuk bersaing dalam seleksi beasiswa LPDP.


Jangan Biarkan Informasi Simpang Siur Menghalangi Langkahmu

Polemik syarat TOEFL 800 untuk LPDP adalah pengingat bahwa kita semua perlu lebih kritis dalam menyaring informasi. Fakta yang benar adalah: LPDP tidak pernah mensyaratkan TOEFL 800, karena skor tersebut secara teknis tidak mungkin dicapai.

Namun, semangat di balik kritik Bahlil – untuk membuka akses beasiswa lebih luas bagi semua kalangan – tetaplah penting untuk diperjuangkan. Dan sebagai calon pendaftar, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Mulai persiapanmu dari sekarang. Lakukan simulasi, kenali kelemahanmu, dan terus tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu. Dengan kerja keras dan persiapan yang tepat, beasiswa LPDP bukanlah mimpi yang mustahil.


🎯 Siap memulai perjalananmu menuju beasiswa LPDP?

👉 Kunjungi Fluna.id sekarang dan lakukan simulasi TOEFL gratis!

Jangan biarkan isu simpang siur mengalihkan fokusmu. Mulai persiapan dari sekarang, dan raih mimpimu bersama Fluna.id! 🚀