
Kamu sudah mantap mau kuliah atau kerja ke luar negeri. Beasiswa diincar, jurusan sudah dipilih. Tapi di formulir pendaftaran muncul satu kotak yang bikin ragu: skor IELTS atau TOEFL? Salah pilih tes bukan cuma soal repot — bisa berarti biaya jutaan rupiah terbuang dan waktu persiapan yang mubazir.
Kabar baiknya, memilih itu nggak serumit kelihatannya begitu kamu paham bedanya. Di artikel ini kita akan membedah tuntas perbedaan IELTS dan TOEFL — dari sistem skor, format soal, biaya, sampai pengakuan di berbagai negara — lalu menutupnya dengan cara praktis menentukan mana yang paling cocok untukmu.
Apa Itu IELTS dan TOEFL?
IELTS (International English Language Testing System) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang dikelola British Council, IDP, dan Cambridge. Tes ini punya dua versi: Academic (untuk kuliah) dan General Training (untuk kerja/migrasi). IELTS memakai berbagai aksen Inggris standar (British, Australia, Amerika).
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dikelola ETS dari Amerika Serikat. Versi paling umum adalah TOEFL iBT (berbasis internet, diakui global) dan TOEFL ITP (lebih banyak dipakai untuk keperluan internal di Indonesia). TOEFL fokus pada bahasa Inggris Amerika.
Perbedaan IELTS dan TOEFL secara Singkat
Berikut ringkasan perbedaan utamanya dalam satu tabel:
| Aspek | IELTS | TOEFL iBT |
|---|---|---|
| Penyelenggara | British Council / IDP / Cambridge | ETS (Amerika Serikat) |
| Rentang skor | 0 – 9.0 (band) | 0 – 120 |
| Gaya bahasa | Internasional (British, Aussie, dll) | Amerika |
| Speaking | Tatap muka dengan penguji | Direkam, dijawab ke komputer |
| Durasi | ±2 jam 45 menit | ±2 jam |
| Biaya (Indonesia) | ±Rp3 – 3,5 juta | ±Rp2 – 3 juta |
| Pengakuan | 12.500+ institusi di 150+ negara | Kuat di AS, diakui luas |
| Hasil keluar | 3 – 13 hari | 4 – 8 hari |
1. Sistem Penilaian yang Berbeda
Ini perbedaan paling mencolok. IELTS memakai sistem band 0 sampai 9.0 dengan kelipatan 0,5 (misal 6.5, 7.0). TOEFL iBT memakai skala 0 sampai 120, gabungan empat section yang masing-masing bernilai 0–30.
Karena skalanya beda, kamu tidak bisa membandingkan langsung. Gunakan tabel konversi resmi (lihat di bawah) untuk menerjemahkan target skormu.
2. Format dan Jenis Soal
Keduanya menguji empat keterampilan: Listening, Reading, Writing, Speaking — tapi caranya berbeda.
- Speaking adalah pembeda terbesar. Di IELTS, kamu ngobrol langsung dengan penguji manusia. Di TOEFL, kamu bicara ke mikrofon dan jawaban direkam. Kalau kamu gugup di depan orang, TOEFL bisa terasa lebih nyaman; kalau kamu lebih hidup dalam percakapan nyata, IELTS cocok.
- Reading & Listening TOEFL cenderung lebih akademis (kuliah, ceramah kampus), sedangkan IELTS lebih bervariasi (iklan, percakapan sehari-hari, artikel).
Tips: Apa pun tes yang kamu pilih, kelemahan terbesar peserta Indonesia biasanya ada di Speaking dan Writing karena tidak ada yang mengoreksi. Latih keduanya dengan simulasi mirip ujian dan feedback otomatis di Fluna.id supaya kamu tahu persis bagian mana yang perlu dibenahi.
3. Gaya Bahasa: Inggris vs Amerika
TOEFL menggunakan bahasa Inggris Amerika (ejaan color, center) dengan aksen Amerika di bagian Listening. IELTS menerima berbagai varian dan kamu akan mendengar aksen British, Australia, sampai Amerika. Kalau telingamu lebih terbiasa dengan film/serial Amerika, TOEFL mungkin terasa lebih familiar.
4. Biaya dan Lokasi Tes
Di Indonesia, IELTS berkisar Rp3 – 3,5 juta, sementara TOEFL iBT sekitar Rp2 – 3 juta. Ada juga TOEFL ITP yang jauh lebih murah (±Rp400 – 600 ribu), tapi ingat: ITP umumnya hanya untuk keperluan internal (beasiswa dalam negeri, syarat wisuda), bukan untuk pendaftaran kuliah ke luar negeri.
5. Pengakuan di Berbagai Negara
- IELTS diterima lebih dari 12.500 institusi di 150+ negara — pilihan aman untuk Inggris, Australia, Kanada, Eropa, dan banyak negara lain. IELTS juga sering jadi syarat visa di beberapa negara.
- TOEFL paling kuat untuk Amerika Serikat, dan juga diterima luas di banyak universitas global.
Aturan praktisnya: cek dulu syarat resmi universitas/beasiswa tujuanmu. Itu penentu nomor satu, di atas preferensi pribadi.
Tabel Konversi Skor IELTS ke TOEFL
Pakai tabel ini untuk menyetarakan target skor (perkiraan berdasarkan acuan ETS):
| IELTS (Band) | TOEFL iBT |
|---|---|
| 9.0 | 118 – 120 |
| 8.0 | 110 – 114 |
| 7.5 | 102 – 109 |
| 7.0 | 94 – 101 |
| 6.5 | 79 – 93 |
| 6.0 | 60 – 78 |
| 5.5 | 46 – 59 |
Mana yang Harus Kamu Pilih?
Pakai panduan keputusan singkat ini:
- Lihat negara/kampus tujuan. Mau ke AS? TOEFL sering jadi favorit. Mau ke UK/Australia/Eropa atau butuh fleksibilitas global? IELTS lebih aman.
- Pertimbangkan gaya Speaking-mu. Nyaman ngobrol langsung → IELTS. Lebih tenang bicara ke komputer → TOEFL.
- Sesuaikan dengan telinga & ejaanmu. Terbiasa aksen Amerika → TOEFL. Terbiasa beragam aksen → IELTS.
- Cek anggaran & jadwal tes di kotamu.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Memilih tes sebelum cek syarat kampus. Selalu konfirmasi tes apa yang diterima sebelum mendaftar.
- Mengira TOEFL ITP = TOEFL iBT. ITP murah tapi biasanya tidak berlaku untuk kuliah ke luar negeri.
- Belajar tanpa simulasi kondisi ujian. Banyak yang jago latihan santai tapi panik saat timer berjalan.
- Mengabaikan Speaking & Writing karena susah dilatih sendiri — padahal dua section ini yang paling sering menahan skor.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Mana yang lebih mudah, IELTS atau TOEFL?
Tidak ada yang mutlak lebih mudah; tergantung kekuatanmu. Kalau kuat di percakapan langsung, IELTS terasa lebih nyaman. Kalau lebih suka format terstruktur di komputer, TOEFL cocok.
Berapa lama skor IELTS dan TOEFL berlaku?
Keduanya berlaku 2 tahun sejak tanggal tes.
Apakah skor IELTS bisa dikonversi ke TOEFL?
Bisa diperkirakan lewat tabel konversi, tapi institusi tetap meminta tes spesifik — jadi konversi hanya untuk acuan target, bukan pengganti.
Berapa skor minimal untuk kuliah ke luar negeri?
Umumnya IELTS 6.5 – 7.5 atau TOEFL iBT 80 – 100, tergantung kampus dan jurusan.
Kesimpulan
Inti perbedaan IELTS dan TOEFL ada di sistem skor (band 9 vs skala 120), gaya Speaking (tatap muka vs rekaman), gaya bahasa (internasional vs Amerika), dan kekuatan pengakuan (global vs sangat kuat di AS). Tidak ada yang "lebih baik" secara mutlak — yang ada adalah yang lebih cocok untuk tujuanmu. Tentukan negara tujuan, cek syarat resmi, lalu sesuaikan dengan gaya belajarmu.
Setelah memutuskan, langkah berikutnya adalah persiapan yang terukur. Kunjungi Fluna.id sekarang untuk berlatih dengan simulasi mirip ujian asli dan feedback AI per kriteria, supaya kamu tahu persis posisi skormu dan apa yang harus ditingkatkan sebelum hari-H.


