
Jakarta, 31 Maret 2026 — Setiap tahun, ribuan pelajar dan profesional Indonesia menghadapi dilema yang sama: IELTS atau TOEFL? Keduanya adalah tes bahasa Inggris paling bergengsi di dunia, namun memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Memilih yang salah bisa membuat persiapan terasa lebih berat, bahkan berisiko menurunkan peluang lolos beasiswa atau diterima di universitas impian.
Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan IELTS dan TOEFL dari berbagai sisi: format tes, sistem penilaian, durasi, biaya, hingga tingkat kesulitan. Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa memilih tes yang paling sesuai dengan kekuatan dan target Anda.
Sekilas IELTS dan TOEFL
| Aspek | IELTS | TOEFL |
|---|---|---|
| Kepanjangan | International English Language Testing System | Test of English as a Foreign Language |
| Penyelenggara | British Council, IDP Education, Cambridge Assessment English | ETS (Educational Testing Service) |
| Aksen | British English (dengan variasi Australia, Kanada) | American English |
| Format Utama | IELTS Academic & General Training | TOEFL iBT (Internet-based Test) |
| Skor Maksimal | 9.0 (setiap band 0-9) | 120 (setiap skill 0-30) |
| Biaya | Rp 2.500.000 – Rp 3.500.000 | Rp 2.000.000 – Rp 3.500.000 |
| Masa Berlaku | 2 tahun | 2 tahun |
Perbandingan Detail: IELTS vs TOEFL
1. Komponen Tes
IELTS
- Listening (30 menit): 4 rekaman, 40 soal
- Reading (60 menit): 3 teks akademik/umum, 40 soal
- Writing (60 menit): 2 tugas (Task 1: deskripsi grafik/diagram atau surat; Task 2: esai argumentatif)
- Speaking (11-14 menit): wawancara langsung dengan examiner (face-to-face)
TOEFL iBT
- Reading (35 menit): 2 bacaan akademik, 20 soal
- Listening (36 menit): 2-3 kuliah, 2-3 percakapan, 28 soal
- Speaking (16 menit): 4 tugas (menjawab pertanyaan berbasis teks/audio)
- Writing (29 menit): 2 tugas (integrated & academic discussion)
Perbedaan Kunci:
- Speaking: IELTS wawancara langsung dengan manusia → lebih natural, bisa improvisasi. TOEFL berbasis komputer → rekam suara, waktu terbatas.
- Listening: IELTS menggunakan berbagai aksen (British, Australian, dll). TOEFL hanya aksen Amerika Utara.
- Reading: IELTS lebih beragam jenis soal (multiple choice, true/false, matching headings). TOEFL cenderung multiple choice dengan format yang lebih seragam.
2. Sistem Penilaian
| Komponen | IELTS (Band 0-9) | TOEFL iBT (Skor 0-120) |
|---|---|---|
| Listening | Band 0-9 | 0-30 |
| Reading | Band 0-9 | 0-30 |
| Writing | Band 0-9 | 0-30 |
| Speaking | Band 0-9 | 0-30 |
| Total | Rata-rata keempat skill (dibulatkan 0.5) | Penjumlahan 4 skill |
Konversi Skor (perkiraan):
| IELTS Band | TOEFL iBT |
|---|---|
| 9.0 | 118-120 |
| 8.5 | 115-117 |
| 8.0 | 110-114 |
| 7.5 | 102-109 |
| 7.0 | 94-101 |
| 6.5 | 79-93 |
| 6.0 | 60-78 |
| 5.5 | 46-59 |
Sumber: ETS Guide
3. Mana yang Lebih Sulit?
Tidak ada jawaban mutlak karena tingkat kesulitan sangat tergantung pada kekuatan individu. Berikut analisisnya:
Listening Section
- IELTS lebih sulit karena ragam aksen dan soal yang bervariasi (termasuk peta, diagram, dll).
- TOEFL lebih terstruktur, hanya aksen Amerika, tapi durasi lebih panjang dan konsentrasi dibutuhkan.
Reading Section
- IELTS lebih bervariasi dan membutuhkan kemampuan skimming & scanning yang kuat.
- TOEFL soal lebih straightforward, tapi teks akademik lebih padat dan konseptual.
Speaking Section
- IELTS lebih natural karena interaksi dengan examiner, tapi bisa menimbulkan gugup jika kurang percaya diri.
- TOEFL berbasis komputer, lebih “netral” namun waktu sangat terbatas dan tidak ada feedback langsung.
Writing Section
- IELTS Task 1 bisa berupa grafik atau diagram yang menuntut analisis cepat.
- TOEFL Integrated task membutuhkan kemampuan merangkum dari teks dan audio.
Kesimpulan Umum: Banyak peserta merasa IELTS lebih “manusiawi” dan cocok bagi yang terbiasa percakapan langsung, sementara TOEFL lebih “terstruktur” dan cocok bagi yang terbiasa dengan format tes komputer.
4. Penerimaan dan Use Case
| Tujuan | IELTS | TOEFL |
|---|---|---|
| Kuliah di Inggris, Australia, Selandia Baru | Wajib (banyak univ minta IELTS) | Diterima juga, tapi IELTS lebih dominan |
| Kuliah di AS | Diterima (hampir semua univ) | Lebih umum digunakan |
| Kuliah di Kanada, Eropa | Keduanya diterima luas | Keduanya diterima luas |
| Beasiswa LPDP (Luar Negeri) | IELTS 6.5+ (Academic) | TOEFL iBT 90+ |
| Beasiswa Australia Awards | IELTS (wajib) | Diterima, tapi IELTS lebih direkomendasikan |
| CPNS/BUMN (dalam negeri) | IELTS sering diterima | TOEFL ITP lebih umum, iBT juga diterima |
Tips: Selalu cek persyaratan spesifik institusi tujuan Anda. Beberapa universitas di AS lebih menyukai TOEFL, sementara universitas di Inggris dan Australia cenderung lebih familiar dengan IELTS.
5. Mana yang Lebih Cepat Mendapatkan Skor Tinggi?
Tergantung pada persiapan. Namun beberapa faktor:
- Jika Anda lebih nyaman dengan percakapan langsung dan dapat mengembangkan ide secara lisan dengan lancar, IELTS Speaking mungkin terasa lebih mudah.
- Jika Anda terbiasa dengan tes berbasis komputer dan mampu fokus dalam waktu lama, TOEFL bisa menjadi pilihan.
- Latihan soal adalah kunci. Platform seperti Fluna.id membantu Anda mengukur kemampuan awal dan melacak progres.
6. Biaya dan Ketersediaan di Indonesia
| Tes | Biaya | Venue |
|---|---|---|
| IELTS | Rp 2.500.000 – 3.500.000 | Tersedia di kota besar via British Council, IDP |
| TOEFL iBT | Rp 2.000.000 – 3.500.000 | Test center atau home edition (online) |
Catatan: TOEFL iBT Home Edition memungkinkan tes dari rumah dengan pengawasan proktor. IELTS juga menawarkan IELTS Online untuk beberapa lokasi.
Mana yang Harus Anda Pilih? Panduan Praktis
Gunakan flowchart sederhana ini untuk menentukan pilihan:
-
Tujuan Anda ke negara mana?
- Inggris, Australia, Selandia Baru → IELTS Academic
- Amerika Serikat → TOEFL iBT (lebih umum, tapi IELTS juga diterima)
- Kanada, Eropa, atau negara lain → Keduanya bisa, cek persyaratan univ.
-
Kekuatan Anda dalam bahasa Inggris?
- Lebih kuat di percakapan langsung dan bisa mengembangkan ide spontan → IELTS
- Lebih kuat di pemahaman bacaan dan terbiasa dengan komputer → TOEFL
-
Kenyamanan dengan format tes?
- Tidak suka wawancara langsung dengan orang asing → TOEFL (computer-based speaking)
- Tidak suka tes komputer yang kaku → IELTS (face-to-face speaking)
-
Target skor yang dibutuhkan?
- Jika butuh skor 7.0 ke atas (IELTS) atau 100+ (TOEFL), persiapan intensif diperlukan.
Mulai Persiapan IELTS/TOEFL-mu dengan Fluna.id
Apapun pilihan Anda—IELTS atau TOEFL—persiapan yang terukur adalah kunci sukses. Fluna.id hadir sebagai platform simulasi tes berbasis AI yang dirancang untuk membantu Anda:
- ✅ Latihan soal sesuai format IELTS Academic/General Training & TOEFL iBT
- ✅ Analisis skor instan dengan rekomendasi area yang perlu ditingkatkan
- ✅ Simulasi ujian dengan timer yang menyerupai tes sebenarnya
- ✅ Lacak progres secara real-time untuk memantau peningkatan kemampuan
- ✅ Gratis untuk memulai!
Jangan biarkan kebingungan memilih tes menghambat mimpi Anda. Dengan pemahaman yang tepat dan latihan yang konsisten, skor tinggi bukan lagi sekadar impian.
🎯 Kunjungi Fluna.id sekarang dan mulai latihan gratis!
Masih ragu? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim Fluna.id dan dapatkan rekomendasi strategi belajar yang paling sesuai dengan target Anda. 🚀


