10 Jebakan Tersembunyi di TOEFL Structure yang Sering Bikin Skor Anjlok

Share:
10 Jebakan Tersembunyi di TOEFL Structure yang Sering Bikin Skor Anjlok

Siapa yang pernah merasa sudah mengerjakan bagian Structure and Written Expression di TOEFL ITP dengan yakin, tapi pas hasilnya keluar, skornya malah jeblok? Kamu nggak sendirian. Bagian Structure memang dikenal sebagai "ladang ranjau". Banyak soal yang terlihat mudah dan benar secara tata bahasa (grammar), padahal sebenarnya itu adalah jebakan yang dirancang untuk mengecoh peserta.

Banyak peserta terjebak karena hanya mengandalkan "perasaan" atau "kedengarannya benar" (it sounds right). Padahal, TOEFL adalah tes standar yang mengikuti aturan logika bahasa Inggris yang sangat kaku. Untuk mendapatkan skor di atas 500 atau bahkan 600, kamu harus bisa melihat pola di balik jebakan tersebut.

Di artikel ini, kita akan membongkar 10 jebakan tersembunyi di TOEFL Structure yang paling sering bikin skor anjlok. Simak baik-baik agar kamu nggak jatuh di lubang yang sama!

šŸŽÆ 1. Objek Preposisi yang Menyamar Jadi Subjek

Ini adalah jebakan paling klasik. Kamu akan melihat sebuah kata benda di awal kalimat dan langsung menganggapnya sebagai subjek, padahal kata benda itu adalah objek dari preposisi (seperti in, at, on, to, by, behind, with).

Contoh Jebakan:
With his friend ____ found the movie theater.
(A) has
(B) he
(C) when
(D) later

Banyak yang terkecoh memilih (A) karena mengira "his friend" adalah subjek. Padahal, ada kata with di depannya, yang berarti "his friend" adalah objek preposisi. Kalimat tersebut masih butuh subjek asli. Jawaban yang benar adalah (B) he.

šŸŽÆ 2. Appositives (Keterangan Tambahan)

Appositive adalah kata benda yang datang sebelum atau sesudah kata benda lain dan memiliki arti yang sama. Masalahnya, appositive seringkali dikira sebagai subjek kalimat.

Contoh Pola:
Sally, the best student in the class, got an A.
Di sini, subjeknya adalah Sally, sedangkan the best student in the class hanyalah keterangan tambahan. Di soal TOEFL, seringkali subjeknya dihilangkan dan kamu hanya diberi appositive-nya saja. Jangan sampai tertukar!

šŸ’” Tips: Jika kamu bingung, coba hapus bagian di antara dua koma. Jika kalimatnya masih masuk akal, berarti bagian yang kamu hapus adalah appositive.

šŸŽÆ 3. Present Participles (-ing) yang Bukan Verb

Kata yang berakhiran -ing bisa berfungsi sebagai bagian dari kata kerja (verb) ATAU sebagai kata sifat (adjective). Di TOEFL, seringkali -ing muncul tanpa be (am, is, are, was, were), yang artinya dia berfungsi sebagai kata sifat, bukan kata kerja utama.

Contoh:
The child playing in the yard is my son.
Di sini, playing bukan kata kerja utama, melainkan kata sifat yang menjelaskan the child. Kata kerja utamanya adalah is. Jika kamu mengira playing adalah kata kerja, kamu mungkin akan salah menambahkan is lagi di depannya.

šŸŽÆ 4. Past Participles (-ed) yang Menipu

Sama seperti -ing, kata kerja bentuk ketiga (V3/-ed) bisa berfungsi sebagai kata sifat. Ini sering membingungkan karena bentuknya mirip dengan V2 (past tense).

Contoh:
The packages mailed at the post office will arrive Monday.
Mailed di sini artinya "yang dikirim", berfungsi sebagai kata sifat. Subjeknya The packages dan kata kerjanya adalah will arrive. Banyak peserta TOEFL mengira mailed adalah kata kerja utama dan bingung kenapa ada will arrive lagi di belakangnya.

šŸ‘‰ Mau latihan soal yang lebih menantang? Coba cek simulasi di Fluna.id untuk melatih insting kamu mendeteksi jebakan-jebakan ini!

šŸŽÆ 5. Inversion (Pembalikan Subjek dan Verb)

Normalnya, subjek datang sebelum kata kerja. Tapi dalam kondisi tertentu, mereka bertukar posisi. Kondisi ini sering muncul di TOEFL:

  • Setelah kata tanya (What, When, Where).
  • Setelah ekspresi tempat (Here, There, Nowhere).
  • Setelah kata-kata negatif (Never, Barely, Hardly, Rarely).
  • Dalam kalimat pengandaian (Conditional) tanpa if.

Contoh: Rarely have I eaten so much. (Bukan: Rarely I have eaten).

šŸŽÆ 6. Konektor Kalimat Majemuk yang Hilang

Saat ada dua klausa (kalimat) yang digabung, kamu butuh konektor (seperti and, but, or, so, yet). Banyak soal TOEFL yang sengaja menghilangkan konektor ini atau memberikan dua subjek/verb tanpa penghubung yang jelas. Pastikan jumlah konektor selalu N-1 (Jika ada 2 klausa, butuh 1 konektor. Jika 3 klausa, butuh 2 konektor).

šŸŽÆ 7. Adverb Clause Connectors

Hati-hati dengan kata-kata seperti because, although, if, when, while. Kata-kata ini menghubungkan dua klausa. Jebakan yang sering muncul adalah menaruh konektor ini di awal, tapi lupa memberikan koma di tengah, atau sebaliknya.

ConnectorFungsiContoh
AlthoughPertentanganAlthough it rained, we went out.
BecauseSebab-AkibatHe failed because he didn't study.
SinceWaktu/SebabI have been here since morning.

šŸŽÆ 8. Masalah Parallel Structure

TOEFL sangat menyukai keseimbangan. Jika kamu menggunakan kata benda, maka seterusnya harus kata benda. Jika menggunakan -ing, seterusnya harus -ing.

Salah: I like singing, dancing, and to swim.
Benar: I like singing, dancing, and swimming.

Jebakan ini sering muncul pada penggunaan kata and, but, or serta pasangan kata seperti either...or, neither...nor, not only...but also.

šŸŽÆ 9. Subject-Verb Agreement dengan Kata Ganti Tak Tentu

Kata-kata seperti anybody, everyone, nothing, someone, each, dan every selalu dianggap TUNGGAL (Singular). Banyak peserta yang terkecoh karena kata-kata ini terdengar seperti "banyak orang", sehingga mereka menggunakan kata kerja jamak.

Salah: Everyone in the room are happy.
Benar: Everyone in the room is happy.

šŸŽÆ 10. Penggunaan Comparative dan Superlative

Jebakan terakhir adalah penggunaan tingkat perbandingan. Ingat rumusnya:

  • Comparative (-er / more): Untuk membandingkan 2 hal.
  • Superlative (-est / most): Untuk membandingkan 3 hal atau lebih.

Seringkali di soal TOEFL, mereka menggunakan superlative padahal yang dibandingkan hanya dua benda. Selalu hitung berapa subjek yang sedang dibicarakan!


Kesimpulan

Menaklukkan TOEFL Structure bukan cuma soal tahu grammar, tapi soal ketelitian melihat jebakan. Dengan memahami 10 poin di atas, kamu sudah selangkah lebih maju untuk mengamankan skor 500+.

Ingat, kunci utama sukses TOEFL adalah konsistensi latihan. Jangan biarkan persiapanmu berantakan karena belajar tanpa arah. Di Fluna.id, kami menyediakan platform belajar yang interaktif, materi yang to-the-point, dan ribuan soal latihan yang dirancang mirip dengan tes aslinya.

šŸ‘‰ Kunjungi Fluna.id sekarang dan mulai perjalananmu meraih skor impian. Jangan tunggu sampai besok, kuasai TOEFL sekarang juga! šŸš€